Selasa, 19 Januari 2010

LIMPASAN PERMUKAAN







LIMPASAN




DISUSUN OLEH :

Nama : Feliani

NPM : 2007 133 236

Kelas : 5.F

Jurusan : IPS

Prodi : Pendidikan Geografi

Mata kuliah : Hidrologi

Dosen Pengasuh : Sabar Pamungkas, S.Si



FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG

2010

LIMPASAN PERMUKAAN

Limpasan merupakan bagian curah hujan setelah dikurangi dengan infiltrasi dan kehilangan air lainnya. Limpasan permukaan ini berasal dari overlandflow yang segera masuk kedalam alur sungai. Aliran ini merupakan komponen aliran banjir yang utama.

Proses limpasan

  1. Periode hujan
    1. Input air dari hujan = nol.
    2. Air tanah mengalir masuk alur sebagai aliran dasar maka freatik turun terus.
    3. Evapotranspirasi menambah defisiensi lengas tanah.
    4. Hidrograf aliran berupa kurva deplesi.

  1. Periode hujan awal
    1. Awal musim hujan, mulai ada hujan.
    2. Sebagian hujan menjadi intersepsi
    3. Sebagian menjadi simpanan depresi.
    4. Surface runoff hampir tidak, air hujan digunakan untuk membasahi tanah ------------------ lengas tanah meningkat.

  1. Periode hujan
    1. Intersepsi mencapai kapasitas maksimum.
    2. Simpanan depresi maksimum.
    3. Surface runoff mulai terjadi, sehingga aliran sungai naik.
    4. Soil moisture deficiency.
    5. Air infiltrasi dan perkolasi belum mencapai muka freatik --------air tanah belum naik
      1. Saat hujan berhenti
        1. Dipermukaan tanah masih ada air dan mengalir sebagian
        2. Infiltrasi terus berlangsung
        3. Stream runoff dari g.w. ( air dalam tanah ).

      1. Periode tidak ada hujan
        1. Lengas tanah pada kapasitas lapang.
        2. Input air tak ada, lengas tanah berkurang.
        3. Air perkolasi mencapai muka frreatik air tanah mendapat recharge.
        4. Kurva deplesi terus berlangsung, stream runoff menyusut
        5. Air tanah naik.

      Sumber : Suyono. 1995. Diktat Hidrologi Dasa
    6. Faktor – faktor yang mempengaruhi limpasan

      1. Elemen-elemen meteorologi
      1. Jenis presipitasi
      2. Intensitas curah hujan
      3. Lamanya curah hujan
      4. Distribusi curah hujan dalam daerah pengaliran
      5. Arah pergerakan curah hujan
      6. Curah hujan terdahulu dan kelembaban tanah
      7. Kondisi – kondisi meteorology.

      1. Elemen daerah pengaliran
      1. Kondisi penggunaan tanah
      2. Daerah pengaliran
      3. Kondisi topografi dalam daerah pengaliran
      4. Jenis tanah
      5. Faktor – faktor yang memberikan pengaruh

      Analisa limpasan curah hujan

      1. Hidrograf dan komponen – komponennya
      1. Curah hujan di salurkkan
      2. Limpasan permukaan

      - Air yang mengalir diatas permukaan tanah

      - Air yang menginfiltrasi dan mencapai lapisan yang impermeable, kemudian mengalir kesungai.

      - Aliran air tanah

      1. Kenaikan permukaan air dan klasifikasinya
      1. Kenaikan permukaan air oleh curah hujan no 0
      2. Kenaikan permukaan air oleh curah hujan no 1
      3. Kenaikan permukaan air oleh curah hujan no 2
      4. Kenaikan permukaan air oleh curah hujan no 3

      1. Penguraian hidrograf
      1. Curah hujan yang diatas permukaan air
      2. Limpasan permukaan
      3. Aliran di bawah permukaan
      4. Aliran tanah dalam arti yang terbatas

      Debit aliran dasar

      1. Penampungan air tanah
      2. Pemisahan aliran air tanah

      Sumber : Taeda, Kensaku. Hidrologi perairan

      Perkiraan debit banjir

      1. Cara dengan rumus empiris

      Rumus :

      Q = KA

      Atau

      Q = + c

      Dimana :

      Q : debit ai banjir maksimum

      K : koeffisien mengenai karakteristik curah hujan dan daerah aliran

      N : tetap yang kurang dari 1

      A, b, c : tetapan –tetapan

      1. Cara rasional

      Rumus :

      Q = = 0,277fr A

      Keterangan :

      Q = debit ai banjir maksimum

      F = koefisien pengaliran / limpasan

      R = intensitas curah hujan rata – rata selama waktu tiba dari banjir

      A = daerah pengaliran

      Cara statistic dan cara kemungkinan

      1. Perhitungan frekwensi banjir dengan cara kemungkinan
        1. Perkiraaan dengan kurva kondisi aliran
        2. Perkiraaan dengan kurva kemungkinan
      2. Batas penggunaan cara kemungkinan

      Diterangkan debit banjir maksimum yang diharapkan terjadi sekali dalam 1.000 tahuntelah diperkirakan berdasarkan data pengamatan selama 54 tahun. Akan tetapi dalam penggunaan cara ini maka adalah sangat penting untuk mengetahui besarnya kesalahan yang mungkin yang termasuk dalam hasil yang didapatkan dan berapa banyak contoh yang diperlukan untuk penterapan cara kemungkinan tanpa kesalahan.

      Hidrograf satuan dan grafik distribusi

      Dalam tahun 1932, Dr. L. K Sherman menyarankan hidrogrf satuan sebuah caraa untuk memperoleh hidrograf limpasan permukaan dari curah hujan lebih.

      Grafik distribusi ialah gambar yang absisnya menunjukan perubahan waktu seperti pada hidrograf satuan dan ordinatnya menunjukan persentasi debit rata dalam satuan waktu berturut – turut sembarangaterhhadap debit total.

        1. Prosedur pembuatan hidrogaf satuan
        2. Pemeriksaan variasi grafik ditribusi
        3. Perbandingan grafik distribusi dengan grafik distribusi daerahpengaliran yang sama jenis limpasannya
        4. Pemanfaatan hidrograf satuan dalam daerah pengaturan yang kecil

      Sumber : Sosrodarsono, Suyono. Hidrologi.

1 komentar: